science

NASA Ubah Strategi Pendaratan Artemis Demi Target Bulan 2028

zennovan · 26 Oktober 2026 · 4 x dilihat
NASA Ubah Strategi Pendaratan Artemis Demi Target Bulan 2028
Gambar: Ilustrasi: NASA / Unsplash · Unsplash License

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merombak konsep operasi dan desain pendarat berawak komersial bersama SpaceX serta Blue Origin guna mempercepat kepulangan astronaut ke permukaan Bulan pada 2028. Penyesuaian arsitektur ini membatalkan rencana pertemuan wahana di orbit halo near-rectilinear (NRHO) dan menggantinya dengan rute orbit baru yang disesuaikan dengan karakteristik teknis sistem masing-masing penyedia wahana.

Penyesuaian Kerangka Kerja Misi Artemis III

Berdasarkan kerangka kerja terbaru, misi Artemis III didefinisikan ulang menjadi uji coba rendezvous dan dok di orbit rendah Bumi pada tahun depan antara wahana Orion dan versi uji pendarat dari kedua perusahaan. NASA juga menanggalkan alokasi misi awal yang sebelumnya menetapkan Starship milik SpaceX untuk Artemis III dan IV serta Blue Moon milik Blue Origin untuk Artemis V. Status penugasan kini dibuka: NASA akan mengevaluasi kesiapan teknis kedua pihak sebelum menentukan siapa yang lebih dulu mengangkut manusia ke permukaan Bulan pada 2028.

Strategi Pengisian Bahan Bakar Starship SpaceX

Perubahan mendasar pada SpaceX berpusat pada penanganan bahan bakar dan manuver lintas antariksa. SpaceX mempertahankan rencana pengisian propelan kriogenik di orbit rendah Bumi melalui serangkaian Starship tanker yang mengisi wahana depo sebelum menyuplai pendarat Starship Human Landing System (HLS). Bedanya, Starship HLS akan langsung menunggu wahana Orion berawak di orbit Bumi, melakukan dok, lalu melakukan pembakaran trans-lunar injection untuk mendorong tumpukan gabungan Orion dan Starship langsung menuju orbit rendah Bulan.

Manuver pendorongan gabungan tersebut menuntut NASA memodifikasi wahana Orion agar tahan didorong oleh Starship menuju orbit Bulan. Pengalihan pertemuan ke orbit rendah Bulan ini memangkas volume propelan yang harus dikumpulkan SpaceX di antariksa sekaligus mempercepat waktu tautan kembali bagi dua astronaut setelah menyelesaikan tugas di permukaan selama beberapa hari. Konsep pengumpulan bahan bakar tanpa awak ini wajib diuji coba SpaceX sebelum sertifikasi misi berawak diterbitkan.

Pendekatan Tanpa Pengisian Propelan Blue Origin

Sementara itu, Blue Origin memilih pendekatan tanpa transfer bahan bakar antariksa untuk mengejar tenggat pendaratan 2028. Perusahaan tersebut menunda transfer propelan dan menerapkan sistem tiga tahap transfer bertingkat untuk menerbangkan pendarat Blue Moon Mark 2 Alpha. Tahap-tahap pendorong yang dirancang berbasis perangkat keras Mark 1 dan Mark 2 ini diluncurkan berurutan ke orbit rendah Bumi, tersambung dengan pendarat, lalu meluncur bersama menuju orbit elips kutub di sekitar Bulan sembari membuang tangki yang telah habis.

Orbit elips kutub yang dipilih Blue Origin memberikan jalur kepulangan yang lebih cepat dari permukaan Bulan ke Orion, meminimalkan kebutuhan bahan bakar Blue Moon, serta memaksimalkan kapasitas roket Space Launch System (SLS). Dalam skenario ini, SLS membawa Orion dan empat kru dari Kennedy Space Center langsung menuju orbit elips kutub Bulan untuk berlabuh pada pendarat. Dua astronaut kemudian berpindah ke modul pendarat guna mendarat di kawasan Kutub Selatan Bulan, sementara dua lainnya tetap siaga di Orion.

Uji Demonstrasi dan Verifikasi Teknis Wahana

Kedua mitra komersial diwajibkan menggelar misi demonstrasi tanpa awak sebelum mengangkut astronaut. Guna memperkuat transparansi pengawasan teknis, SpaceX menambahkan dua kali demonstrasi kabin awak bernama Cabin 1, sedangkan Blue Origin menambah pengujian terintegrasi manusia (human-in-the-loop) serta verifikasi kesiapan perangkat keras untuk mengoptimalkan prosedur operasi darat dan terbang.

Pada tahap pendaratan awal di Kutub Selatan Bulan nanti, NASA merencanakan dua kali aktivitas berjalan di luar wahana dengan durasi masing-masing sekitar dua jam. Kru akan menggunakan pakaian antariksa produksi Axiom Space untuk mengumpulkan sampel permukaan dan menguji keandalan perangkat pelindung tersebut sebelum misi berdurasi lebih panjang dijalankan secara berkelanjutan.

Terjemahan dan adaptasi Bahasa Indonesia menggunakan AI oleh Zennovan News. Sumber bahan asli: NASA, Partners Accelerate Lander Development for 2028 Moon Missions. NASA. NASA tidak mengevaluasi atau menyetujui, dan tidak bertanggung jawab atas akurasi adaptasi ini. Terbit asli: 2026-10-23. Ketentuan sumber. Adaptasi ini tidak menyiratkan dukungan penerbit asli.

Olahan redaksi Zennovan News

Komentar (0)

Masuk dengan Google untuk menulis komentar. Komentar ditinjau sebelum tampil.

Masuk dengan Google

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Terkait

Hasil Pencarian