science

Cincin Ganda Puing Planet Ditemukan Mengelilingi Bintang Katai Putih J1328−1450

zennovan · 03 November 2026 · 0 x dilihat
Cincin Ganda Puing Planet Ditemukan Mengelilingi Bintang Katai Putih J1328−1450
Gambar: Ilustrasi: ESO/L. Calçada / Wikimedia Commons · CC BY 4.0

Astronom mendeteksi piringan puing langka dengan struktur ganda yang mengitari bintang katai putih J1328−1450 melalui pengamatan instrumen Very Large Telescope milik European Southern Observatory di Gurun Atacama, Cile. Temuan ini memperlihatkan sisa-sisa kehancuran sistem keplanetan yang terorganisasi dalam dua cincin konsentris terpisah celah nyata, sekaligus mengindikasikan keberadaan benda padat yang bertahan melewati fase akhir kematian bintang induknya.

Bintang katai putih J1328−1450 merupakan inti padat dari bintang serupa Matahari yang telah kehabisan bahan bakar nuklir. Dalam evolusi bintang sejenis, fase akhir kehidupan ditandai dengan pembengkakan lapisan luar yang melumat planet-planet di sekitarnya sebelum menyisakan inti bintang yang padam. Puing-puing berbatu dari objek yang hancur lazimnya tertarik membentuk satu piringan materi di sekitar bintang mati tersebut, namun sistem J1328−1450 menunjukkan konfigurasi berbeda.

Seluruh piringan puing di sekeliling katai putih yang pernah ditemukan sebelumnya selalu memperlihatkan tanda pengamatan berupa piringan gas tunggal yang berotasi datar. Pengamatan menggunakan spektrograf X-Shooter pada Very Large Telescope membuktikan bahwa J1328−1450 mematahkan pola umum tersebut dengan menampilkan karakteristik cincin ganda. Kedua cincin gas tersebut terbukti stabil dan terpisah oleh batas ruang kosong yang tegas di antara keduanya.

Para peneliti memperkirakan struktur dua cincin ini dibentuk dan dipertahankan oleh dua objek mirip planet yang mengorbit secara mandiri setelah selamat dari fase penghancuran bintang induk. Objek pada lintasan bagian dalam diperkirakan berukuran sebesar asteroid biasa dengan diameter beberapa kilometer. Sementara itu, benda langit yang berada pada lintasan luar berukuran jauh lebih masif, berpotensi sebesar Pluto atau bahkan seukuran Bulan.

Analisis spektral pada materi piringan mengungkap keberadaan unsur-unsur kimia seperti kalsium, oksigen, magnesium, dan besi. Keberadaan unsur-unsur tersebut mengindikasikan komposisi yang serupa dengan materi planet berbatu yang ditemukan di Tata Surya kita. Data pengamatan ini turut mengindikasikan bahwa puing-puing di sekeliling J1328−1450 merupakan sisa pecahan dari sistem keplanetan yang pernah utuh sebelum bintang induknya bertransformasi menjadi katai putih.

Data spektroskopi menunjukkan perbedaan komposisi yang mencolok antara kedua cincin puing tersebut. Cincin bagian dalam tercatat kaya akan gas magnesium, sementara cincin bagian luar sebagian besar kehilangan unsur tersebut. Perbedaan kimiawi ini mengarahkan tim peneliti pada dua hipotesis mengenai asal-usul materi pembentuk piringan gas di sekitar katai putih J1328−1450.

Kemungkinan pertama, materi pengisi kedua cincin berasal dari dua planetesimal atau planet berbeda yang memiliki komposisi dasar berlainan sejak awal pembentukannya. Penjelasan alternatif memperkirakan materi cincin berasal dari lapisan berbeda pada satu benda langit yang sama, misalnya pecahan yang bersumber dari kerak planet yang terpisah dengan materi dari bagian intinya saat proses kehancuran berlangsung.

Penelitian yang dipimpin Nicola Gentile Fusillo dari Università degli Studi di Trieste serta melibatkan peneliti dari University of Warwick dan Universidad Técnica Federico Santa María ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy. Konfigurasi J1328−1450 menjadi contoh pertama dari sistem kompleks dengan piringan puing ganda serta potensi keberadaan dua planetesimal yang bertahan melintasi transformasi bintang induk tersebut.

Secara teoretis, struktur sistem J1328−1450 memberikan gambaran nyata mengenai nasib jangka panjang sistem keplanetan, termasuk Tata Surya. Matahari pada masa depan yang sangat jauh akan bertransformasi menjadi katai putih melalui proses yang berpotensi menghancurkan Bumi, menyisakan puing gas dan benda-benda luar yang mungkin bertahan mengorbit inti bintang yang telah mati.

Terjemahan dan adaptasi Bahasa Indonesia menggunakan AI oleh Zennovan News. Sumber bahan asli: Dead star and planetary bodies: astronomers spot unique disc of debris that foretells Solar System’s future. ESO / ESO. Prosa sumber: CC BY 4.0. Terbit asli: 2026-10-27. Ketentuan sumber. Adaptasi ini tidak menyiratkan dukungan penerbit asli.

Olahan redaksi Zennovan News

Komentar (0)

Masuk dengan Google untuk menulis komentar. Komentar ditinjau sebelum tampil.

Masuk dengan Google

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Terkait

Hasil Pencarian