teknologi

Ancaman RUU Pengawasan C-22 terhadap Privasi Digital Warga Kanada

zennovan · 23 Oktober 2026 · 7 x dilihat
Ancaman RUU Pengawasan C-22 terhadap Privasi Digital Warga Kanada
Gambar: Ilustrasi: Michał Jakubowski / Unsplash · Unsplash License

Parlemen Kanada tengah memperdebatkan RUU C-22 yang dinilai mengancam privasi dan keamanan jutaan warga melalui rencana perluasan kewenangan pengawasan digital pemerintah. Regulasi yang dikenal sebagai Lawful Access Act ini telah disahkan oleh House of Commons dan kini diajukan ke Senat Kanada. Publik didesak menandatangani petisi penolakan sebelum rancangan undang-undang berbahaya tersebut disahkan secara resmi.

Peluang Penolakan di Tingkat Senat

Warga Kanada saat ini masih memiliki kesempatan nyata untuk bersuara dan menghentikan pengesahan legislasi berbahaya ini selagi prosesnya berada di hadapan Senat Kanada. Tahapan peninjauan di tingkat Senat menjadi peluang penting bagi masyarakat untuk mencegah perluasan wewenang pengawasan pemerintah tersebut diberlakukan, mengingat rancangan undang-undang ini akan mengancam privasi serta keamanan jutaan orang. Kesempatan untuk menyuarakan penolakan secara tegas ini harus dimanfaatkan sebelum regulasi tersebut disahkan secara resmi oleh parlemen.

Merespons situasi genting tersebut, Canadian Civil Liberties Association (CCLA) secara terbuka mendesak seluruh warga Kanada menandatangani petisi penolakan yang dimuat di situs web resmi organisasi mereka. Lembaga pembela hak-hak sipil ini memastikan bahwa proses pengisian petisi pada platform daring mereka diatur sepenuhnya oleh kebijakan privasi CCLA. Penandatanganan petisi penolakan ini menjadi sarana partisipasi langsung bagi masyarakat untuk menunjukkan resistensi publik sebelum regulasi berbahaya tersebut disetujui Senat.

Kewenangan Pengawasan dan Pelemahan Enkripsi

RUU C-22 memberikan kewenangan baru bagi pemerintah untuk memaksa penyedia layanan digital—termasuk perusahaan telekomunikasi, aplikasi pesan singkat, dan layanan lainnya—guna membantu operasi pengawasan pemerintah. Lebih buruk lagi, rancangan undang-undang ini memungkinkan Menteri Keamanan Publik Kanada untuk memerintahkan perusahaan-perusahaan membuat pintu belakang pada layanan mereka bagi kepentingan penegak hukum, sepanjang langkah tersebut tidak menimbulkan “ketidakamanan sistemik”. Ketentuan ini jelas merupakan resep nyata dalam melemahkan sistem enkripsi yang diandalkan oleh semua orang.

Ketentuan lain dalam draf undang-undang ini mewajibkan setiap platform digital menyimpan data metadata pengguna selama jangka waktu hingga satu tahun penuh. Metadata yang wajib disimpan tersebut mencakup rincian informasi mengenai pihak yang diajak berkomunikasi, pelacakan lokasi fisik pengguna, serta ragam jenis layanan yang diakses. Kewajiban penyimpanan rekam jejak digital secara luas ini diberlakukan terhadap para pengguna tanpa memandang apakah individu bersangkutan sedang dicurigai melakukan tindak kejahatan atau tidak.

Kritik CCLA dan Peneliti Keamanan Siber

Kajian mendalam terhadap RUU C-22 telah dipublikasikan oleh para peneliti dari CCLA dan Citizen Lab, yang menyoroti kelemahan regulasi ini pada ranah konstitusional maupun keamanan siber. Hasil analisis gabungan tersebut menegaskan bahwa draf aturan tidak cukup diperbaiki hanya melalui perubahan kecil di permukaan. Laporan para peneliti secara spesifik menyerukan penarikan menyeluruh terhadap Bagian 2 RUU C-22, yakni bagian pasal yang secara khusus memuat rezim pengawasan pemerintah dan kewajiban penyimpanan data pengguna.

Pemberlakuan regulasi C-22 juga dinilai berpotensi memperluas pertukaran data pribadi warga Kanada kepada pihak penegak hukum asing, khususnya institusi di Amerika Serikat. Saat ini, pemerintah Kanada diketahui sedang menegosiasikan kesepakatan pembagian data lintas batas bersama otoritas Amerika Serikat. Kesepakatan bilateral tersebut memungkinkan lembaga kepolisian Amerika Serikat memperoleh akses informasi pribadi mengenai para pengguna internet Kanada tanpa memerlukan pengawasan maupun izin dari pengadilan Kanada.

Penolakan oleh Kalangan Senator Kanada

Kekhawatiran terhadap implikasi draf legislasi ini turut disuarakan oleh sejumlah senator Kanada di parlemen. Para senator menyampaikan pandangan senada dengan temuan CCLA dan Citizen Lab bahwa draf aturan pengawasan ini berpotensi tidak sejalan dengan perlindungan privasi yang dijamin konstitusi Kanada. Warga Kanada diimbau untuk segera membaca dan menandatangani petisi penolakan CCLA hari ini demi mencegah Senat meloloskan perluasan pengawasan berbahaya tersebut menjadi kenyataan baru di Kanada.

Terjemahan dan adaptasi Bahasa Indonesia menggunakan AI oleh Zennovan News. Sumber bahan asli: Canadians Are Running Out Of Time To Oppose The Dangerous C-22 Surveillance Bill. Joe Mullin / Electronic Frontier Foundation. Prosa sumber: CC BY 4.0. Ketentuan sumber. Adaptasi ini tidak menyiratkan dukungan penerbit asli.

Olahan redaksi Zennovan News

Komentar (0)

Masuk dengan Google untuk menulis komentar. Komentar ditinjau sebelum tampil.

Masuk dengan Google

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Terkait

Hasil Pencarian