internasional

Aktor Veteran India Nana Patekar Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

zennovan · 08 Oktober 2026 · 16 x dilihat
Aktor Veteran India Nana Patekar Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun
Gambar: Foto arsip: https://www.bollywoodhungama.com/ / Wikimedia Commons · CC BY 3.0

Dunia perfilman dan seni peran India berduka atas wafatnya salah satu aktor veteran paling terkemuka, Nana Patekar, yang meninggal dunia pada usia 75 tahun di Goa. Dikenal luas berkat penampilannya yang berapi-api dan penuh intensitas di atas panggung teater maupun layar lebar, kepergian Patekar meninggalkan duka mendalam bagi panggung sinema nasional India serta perfilman dan teater berbahasa Marathi. Sepanjang perjalanan kariernya, figur terkemuka yang telah meraih tiga penghargaan National Film Awards ini diakui secara luas atas kemampuannya membawakan karakter-karakter yang rumit, menantang, dan kerap digambarkan mudah meledak atau volatil.

Kronologi Kepergian Sang Aktor Veteran

Berdasarkan kronologi yang disampaikan oleh pihak medis, Nana Patekar dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri di kediamannya di Goa pada Kamis dini hari. Tim medis dari rumah sakit segera dikerahkan untuk memberikan pertolongan darurat sejak menemukan sang aktor di rumahnya. Dokter Shekhar Salkar dari Manipal Hospital di Goa mengungkapkan kepada kantor berita PTI bahwa tim medis mendapati Patekar di kediamannya dalam keadaan tidak sadar dan hampir sepenuhnya tidak memberikan respons.

Melihat kondisi kritis sang aktor, tim medis terus berupaya memberikan tindakan resusitasi jantung paru atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) tanpa henti, termasuk selama proses evakuasi darurat menuju Manipal Hospital yang berjarak sekitar sepuluh menit perjalanan. Namun demikian, Patekar dinyatakan telah meninggal dunia setibanya di fasilitas medis tersebut. Kepada kantor berita ANI, Dr. Shekhar Salkar menjelaskan bahwa meskipun tim dokter telah melakukan tindakan CPR secara berkelanjutan selama 45 menit, nyawa Patekar tetap tidak dapat diselamatkan. Dr. Salkar menyatakan bahwa Patekar mengalami henti jantung (cardiac arrest), kendati pemicu pasti dari henti jantung tersebut belum diketahui secara pasti.

Penghormatan Terakhir dan Prosesi Pemakaman Kenegaraan

Kepergian sang aktor mengundang gelombang penghormatan terakhir dari keluarga, sahabat karib, serta para penggemar yang hadir di Goa Medical College. Setelah prosesi penghormatan di Goa selesai, jenazah Nana Patekar diberangkatkan menuju negara bagian Maharashtra untuk menjalani pemakaman kenegaraan penuh. Pada petang harinya, jenazah sang aktor diterbangkan ke kota Pune di India barat menggunakan ambulans udara. Di Pune, Ketua Menteri Maharashtra Devendra Fadnavis hadir secara langsung untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dibawa menuju kediaman pertanian milik Patekar di desa Donje guna pelaksanaan seluruh rangkaian upacara pemakaman.

Gelombang ucapan belasungkawa dan penghormatan juga mengalir deras dari berbagai kalangan aktor dan politisi di seluruh penjuru India, yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Narendra Modi. Melalui pernyataan di platform media sosial X, PM Modi memuji fleksibilitas akting Patekar serta kepribadiannya yang dikenal vokal dan berani berbicara apa adanya. PM Modi menuliskan bahwa peran-peran yang dibawakan oleh Patekar akan senantiasa terpatri dalam ingatan lintas generasi, sekaligus menegaskan bahwa kepergian sang aktor meninggalkan ruang hampa yang sangat besar di dalam dunia seni dan kesenian India.

Aktor papan atas Bollywood, Akshay Kumar, yang pernah beradu peran bersama Nana Patekar dalam film komedi populer berjudul Welcome, turut menyampaikan penghormatan emosionalnya. Akshay Kumar mengenang Patekar sebagai sosok pemeran langka yang memiliki kekuatan vokal khas, intensitas akting mendalam, serta kejujuran ekspresi yang senantiasa mampu menguasai panggung dan memikat perhatian penonton secara menyeluruh.

Titik Balik dan Perjalanan Karier Sinema

Perjalanan karier seni peran Patekar berawal dari penampilan perdananya dalam film Gaman pada tahun 1978. Pada fase-fase awal kariernya, ia sempat membawakan sejumlah peran kecil di berbagai film, namun intensitas nyata yang ia tampilkan di layar lebar segera mencuri perhatian industri perfilman. Titik balik kariernya terjadi saat ia dipercaya memerankan karakter gangster bernama Anna dalam film Parinda pada tahun 1989. Peran ikonis tersebut melambungkan namanya menjadi sosok yang dikenal luas di seantero India, sekaligus mengantarkannya memenangkan penghargaan National Film Award pertamanya serta penghargaan bergengsi Filmfare Award.

Sejak pencapaian gemilang dalam Parinda, langkah karier Nana Patekar terus menanjak pesat tanpa pernah surut, membawanya memerankan serangkaian tokoh tak terlupakan sepanjang era 1990-an. Beragam karakter yang ia mainkan menjadi bukti atas kedalaman talenta serta penguasaan teknik seni perannya. Kalimat-kalimat dialog terkenal yang ia bawakan dengan suara serak khasnya yang tiada banding bahkan kerap dikutip secara luas di lorong-lorong sekolah hingga kedai-kedai teh. Hingga saat ini, gaya bicara dan ekspresinya yang sangat khas masih sering ditiru oleh para komedian profesional.

Keunikan gaya kerja sang aktor juga diulas oleh analis perdagangan film, Komal Nahta. Dalam keterangannya kepada BBC, Nahta menuturkan bahwa Patekar memiliki pendekatan dan gaya kerja yang sangat unik dalam menyelami karakter. Nahta menambahkan bahwa secara personal, Patekar dikenal sangat vokal dan terkadang sulit diajak berkompromi, namun para sutradara tetap ingin bekerja sama dengannya karena ia merupakan sosok aktor yang sangat fantastis di depan kamera.

Eksplorasi Karakter dan Pencapaian Seni Peran

Kiprah Patekar mencakup spektrum karakter yang amat luas dan kontras, mulai dari peran penjahat terkenal hingga penegak hukum yang berwibawa. Penampilannya sebagai Mayor Chauhan dalam film Prahaar—sebuah film yang turut ia sutradarai secara mandiri—menuai pujian luas dari kalangan perfilman. Portofolio perannya terus berkembang lewat karakter pahlawan patriotik dalam film Tirangaa serta tokoh Pratap Narayan Tilak dalam film Krantiveer. Ketika kalangan kritikus sempat menduga bahwa peran bertemperamen keras dan lantang adalah satu-satunya keunggulannya, Patekar mematahkan pandangan tersebut lewat penampilannya yang memukau dalam film Khamoshi, di mana ia memerankan karakter seorang tunarungu dan tunawicara. Kemampuan aktingnya semakin ditegaskan lewat film arahan sutradara Prakash Jha berjudul Rajneeti pada tahun 2010, di mana ia menampilkan sosok politisi cerdik dengan eksekusi yang dinilai sempurna.

Sepanjang kariernya, Nana Patekar tidak hanya berkarya di depan layar namun juga aktif di balik layar sebagai sutradara dan penulis skenario. Tiga penghargaan National Film Awards yang ia menangkan untuk penampilannya dalam film Parinda, Krantiveer, dan Agni Sakshi menjadi bukti nyata atas dedikasi dan rekam jejaknya yang luas di dunia sinema.

Dedikasi di Panggung Teater

Sebelum merambah industri film layar lebar, Nana Patekar telah membangun reputasi kuat sebagai figur berpengaruh di panggung teater berbahasa Marathi dan Hindi. Dunia teater menjadi wadah di mana ia membentuk gaya penyampaian dialognya yang tajam serta mengasah intensitas emosional yang kelak menjadi ciri khas penampilannya di layar perak. Beberapa pementasan teaternya yang paling termasyhur di antaranya adalah Purush dan Hamidabai Chi Kothi. Meskipun telah mencapai puncak kesuksesan di dunia film, Patekar tetap mempertahankan keterlibatannya secara aktif di panggung teater sepanjang kehidupan profesionalnya.

Aktivisme Sosial dan Dinamika Kehidupan Pribadi

Di luar dunia seni peran, Nana Patekar dikenal luas berkat aktivisme sosialnya serta keberaniannya dalam melontarkan kritik langsung terhadap pemerintah. Ia senantiasa bersikap lugas, berani, dan terbuka saat mengkritik pejabat menteri maupun berbagai kebijakan publik. Persoalan yang menimpa kehidupan para petani menjadi salah satu fokus perhatian yang paling dekat di hatinya. Kepedulian sosialnya diwujudkan secara nyata pada tahun 2015 ketika ia bersama aktor Makarand Anaspure mendirikan Naam Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada program peningkatan kesejahteraan petani dan konservasi air di wilayah Maharashtra.

Kendati meraih kesuksesan besar, perjalanan karier Patekar sempat diwarnai kontroversi hukum dan sosial. Pada tahun 2018, tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan oleh aktris Tanushree Dutta terkait dugaan insiden di lokasi syuting satu dekade sebelumnya menjadi pemicu menguatnya gerakan #MeToo di India. Patekar secara tegas membantah seluruh tudingan tersebut. Pada tahun 2019, pihak kepolisian secara resmi membebaskan Patekar dari segala tuntutan setelah hasil penyelidikan menyimpulkan tidak adanya bukti yang memadai untuk melanjutkan perkara tersebut.

Olahan redaksi Zennovan News

Komentar (0)

Masuk dengan Google untuk menulis komentar. Komentar ditinjau sebelum tampil.

Masuk dengan Google

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Terkait

Hasil Pencarian